Vegi

Lebaran tahun ini rasanya jadi paling berkah selepas tahun-tahun duka kami.
Perjuanganku menahan segala nafsu belanja akhirnya membuahkan hasil.
Aku tidak bosan dengan hp veteranku, aku hanya merasa mulai butuh yang lebih mampu menyokong hobby ku menjelajahi yutub dan IG hehep.

Liburan paling panjang selama bekerja jadi kado pertama diakhir ramadhan.
Siapa sangka, momen mesraku di jalan berbelok tebing kanan jurang kiri dengan Vegi si motor bebek kesayangan sudah sampai masa.
Kadang aku kasian, mendengar suaranya yang seolah minta minum kehausan.
Apalagi dijalan menanjak, tuanya semakin kedengaran.

Perjalanan kesekianku dengannya seperti biasa. Kunyanyikan dikala sepi, lalu kusemangati saat jalan sedang curam-curamnya. Ya! Aku memang begitu. Kuanggap semua benda mati bernyawa yang bisa kuajak bicara dan bersemangat ketika kusemangati.
Kupikir mereka juga akan sedih jika tak diperlakukan dengan baik.
Sepanjang kebersamaan kami, dia tak pernah melontarkanku dari sadelnya, tidak sekalipun menyetor luka bahkan goresan sekalipun padaku.
Mungkin memang dia suka dinyanyikan ya😁
Vegi, tampaknya kau buta nada! Hahaha

H-1 mudikku kuisi dengan beraktifitas seperti biasa.
Kala melewati kolong rumah, sesaat kupandangi Vegi lalu eXi si matic yang baru datang siang tadi.
Aku tersenyum sedikit, Vegi jelas kalah dari sisi tampilan. Tapi jika dilihat lagi, setiap cat yang memudar.. rem yang pernah bengkok, stang kaki yang sobek, kap yang ada retak.. semua itu membawa kenangannya sendiri.

Vegi, biar kubuat kata-kata manis untukmu ya. Aku tak tau apa kau suka yang manis, karena setauku minuman favoritmu oli yamalube abu-abu juga pertalite.

Biar saja.. karena kau berarti untukku

Vegi, masih terkenang jelas dikepala saat kau memutar ban untuk pertama kali di sudut kiri kolong rumah.
Bapak datang bersama om yang menaiki motor masing-masing. Seingatku kau dikendarai om.
Kau tampak gagah sekali, merah hitam bersinar. Hari itu kami menyambutmu dengan hati yang bersiul.

Setelah beberapa bulan hanya diijinkan duduk disadel belakang, bapak dan mama sepakat melatihku mengendaraimu.
Aku masih SMP waktu itu, celana jeans selutut kupadu dengan kaos orange gambar mickey mouse jadi pilihanku.
Bapak jadi pengajar sekaligus boncengan pertamaku.

Tidak butuh waktu lama, hanya 2 hari dan kita sudah sepakat bekerjasama.
Aku bisa mengendaraimu.

Hari-hari banyak kulalui denganmu.
Aku senang, aku tidak butuh merengek-rengek dengan teman lelaki untuk dibonceng.
Kau menemaniku kesekolah, menungguku dan lalu mengantarku pulang.

Oiya maaf ya, aku pernah membiarkanmu menunggu lama hanya karena lupa memarkirkanmu dimana.
Kupikir diseberang, ternyata jauh disisi satunya.
Bayangkan, sekolahku diatas bukit.
Dan kau lelah menungguku setengah berlari dari arah kaki bukit satunya.
Aku lega, kau masih ada. Ahhaha

Kita sempat LDR. Caelah.
Aku melanjutkan pendidikan, kau di rumah berjaga.
Kalau-kalau mama mau ke pasar atau bapak mau ke sawah.
Vegi, aku pernah hampir menangis karena tak punya teman pembonceng.
Andai bisa jalan, tapi jauh.
Aku mau melupakan rasanya mengemis minta tumpangan.
Saat itu terjadi aku benar-benar merindukanmu, sungguh.

Momen menyenangkan saat kau diizinkan ikut bersamaku ke kota.
Karena baru belajar, kadang-kadang kita hampir tertabrak, juga berkali-kali salah arah.
Maafkan akuyaaa

Kini kau terparkir di kolong rumah. Standar kakimu yang mulai berkorosi masih kokoh.
Vegi, aku tidak ada maksud menyandingkanmu dengan eXi.

Doakan kami ya, eXi sekarang jadi juniormu.
Dia akan menemaniku lebih banyak mulai hari ini.
Jangan risau, karena kau punya ruang sendiri di laci kenangan hampir 10 tahun lamanya.
Kau memang sudah harus menikmati masa tuamu. Hiks.
Kalau aku pulang ke rumah, kau tak keberatan bukan? Jika jalan bersamaku sebentar. Hehehe

Lupyu Vegiiii

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mu

Baru

stronger