Kalau kemarin aku bilang menunggu 30 jam dan kesal. Sungguh ini tak berbanding dengan mata-mata sendu yang bertahan di atap yang sama.
Aku malu, mendapati diriku yang terlampau egois mencaci prosedur yang tak kunjung ada kejelasan.
Mendiam lalu kembali tumbang.
Mempertanyakan segalanya.
Ketika 70 jam yang kurasa terbuang sia-sia tertampar dengan visual yang membuat peri hati

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mu

Baru

stronger