Baru
Tuhan, tolong izinkan aku hancur malam ini.
Dada rasanya sesak, berbaringpun aku tersengal.
Sekeliling hanya kutatap nanar.
Menerawang masa depan yang tak jelas.
Aku tidak membenci.
Menghapusmu dari daftar kontak semata hanya untuk mencegah lukaku kembali tumbuh.
Aku hanya berupaya melindungi hati dari pedih yang pernah datang bertubi.
Berharap dengan ini, waktu akan memberi izin merela.
Kuikhlaskan segalanya, hanya hati belum damai sepenuhnya.
Sebercanda itu kisah ini.
Sampai si hati yang nyaris mati kini luluh namun lantak.
Merasakan sensasi dikhianati lalu ditinggal begitu saja.
Dibohongi, kemudian semua berpura tak terjadi apa-apa.
Biarkan aku di sudut hening menghancur sendirian :)
Aku bukan saja terluka.
Aku banyak kehilangan hal.
Kini, arah tujuan pun tak nampak.
Rasa bersalah, sisa rasa sakit, juga kehilangan, berbaur.
Menusuk. Menghambat oksigen, sampai sesak itu terdengar. Kuharap tak menembus dinding kosan.
Oh iya,
Kalian boleh menghubungiku kapan saja.
Barangkali jika butuh bantuan, asal jangan karena rindu saja.
Aku tidak yakin bisa bersikap seperti sedia kala. Maaf :')
Mudah sekali memaafkan, namun tidak dengan melupakan.
Komentar
Posting Komentar