Hari Jadi

Kutulis ini di akhir Juli
Untukmu, yang membuka lebar mataku. Melangkahkan kakiku, dan bersedia jadi telingaku. Bahkan saat tidak kuucap lewat bibir, kurasa mataku sedang mencerita denganmu.

Berat, memang benar katamu. Aku sedang tidak baik-baik saja.

2020 hampir terlalu berat kulalui.
Jatuh, tersungkur, hilang arah.
Rasanya mau hilang, atau tak usah lahir saja.

Seringkali raga ini tak bisa kukendali.
Hati, juga pikiran kesal sekali.
Aku egois!
Tapi, lagi-lagi, aku tak bisa kendalikan diri.

Ada kalanya aku benar-benar ingin menyendiri.
Dipeluk hening, menikmati sunyi, diselimuti gelap.
Nikmat sekali, sampai aku lupa bahwa ada khawatir yang tidak kugubris.

Engkau terlihat selalu berusaha menyenangkan semua orang.
Semua, sampai lupa bagaimana kerasnya ruh dan ragamu bekerja.

Untuk beberapa orang, kau akan terlihat sebagai sosok yang periang luar biasa.
Sesekali kuperhatikan ada satu dua orang yang risih, mungkin terganggu. Ahaha.

Namun bagiku, kau hanya manusia biasa yang mencoba tegar dengan bakat senyum dan semangat 45 yang kau punya.

Di hari ini, izinkan aku menerima maafmu.

Untuk tanya dipikiranku yang tak pernah kuungkap.

Apa kau baik-baik saja?

Mengapa kau menangis?

Bagaimana kau tertawa saat dirimu sendiri sedang rapuh?

Saat kau menangis, aku hanya bisa melucu atau diam.

Kutau kau butuh peluk.
Maaf, aku tidak pandai untuk hal macam itu.
Maaf, kubiarkan kau larut.
Maaf, aku benar tidak bisa apa-apa :(

Lihatlah, beberapa dari "mereka" bertahan. Lainnya meninggalkan.

Untuk sekadar menghibur, aku hanya ingin bilang.

Tidak ada kebaikan yang sia-sia, baikmu pada semua orang itu tak ada yang luput dari lembar catatan Tuhan.
Ayo, coba lihat dirimu di cermin lagi.
Lihat wajah lelah itu, ruh yang merapuh itu.

Sekali-kali boleh kau menangis, tapi tolong jangan disembarang bahu.
Aku takkan rela kau jatuh.

Menolonglah sewajarnya, kupikir yang paham akan selalu mengerti.

Cukuplah jadi "kenal tau nama" manusia yang kurang tau diri, biar Allah yang balas baikmu, dan Allah juga yang ampunkan khilafnya.

Hari ini, tepat 26 tahun lalu engkau dipercayakan Tuhan untuk menjaga raga yang dititip oleh-Nya.

Aku akan selalu jadi tim hore paling depan saat kau berpikir untuk "kembali"

Tapi lagi-lagi, aku tak pernah pandai meyakinkan. Apalagi memaksa.

Biar doaku hari ini, kemarin, dan nanti yang selalu menguntit hatimu. Itupun kalau Tuhan memberi izin, hehehep.

Tabarakallah, Tetaplah hidup dan Bermanfaat 😊

Terimakasih triliyunan kali laphh

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mu

Baru

stronger