Perjalanan Mengikhlaskan
Aku tau ini tidak akan pernah mudah. Melupakan, mengikhlaskan, orang yang tadinya paling kubutuhkan setiap harinya. Memastikanku baik-baik saja tiap hari. Memastikannya sampai ditujuan dengan selamat. Memastikan aku yang sering sekali lupa makan. Memastikannya tidak masuk angin karena tau betapa mudahnya ia sakit karenanya. Tidak pernah kukira, bahwa akhirnya bisa sekacau ini. Aku yang terbiasa tak pernah melewatkan hari tanpamu, secara tiba-tiba berubah. Siapa sangka, yang terjadi bukan seperti pikirku yang mengira kamu diam karena sedang tertekan dengan keadaan. Nyatanya, saat aku tiap malam menangis bertanya-tanya dikepala, kamu sedang berbagi tawa dengan perempuan lain yang sampai hari ini tak pernah kau jelaskan siapa dia. Disaat aku khawatir dan mencoba memberanikan diri tanyakan kabarmu pada orang terdekatmu, kamu sudah berani bertukar akun sosmed. Bahkan saat kutemukan akunnya, ternyata temanmu yang akrab denganku juga followersnya. Lagi-lagi, harus kuterima bahwa sepertinya du...