am i wrong?
Apa aku salah? Aku sedikit takut akan beberapa hal. Masih kuingat jelas perasaan disudahi begitu saja. Saat aku benar-benar berusaha belajar menerima, dimana aku meyakinkan tiap celah keraguan. Lalu, suatu waktu.. Hanya sekian detik, hanya beberapa kata. Cukup menghancurkan segala asa yang sempat kuyakini ada. Aku hanya tertegun, sembari menatap nanar mata yang sempat kupercaya memercayaiku. Nyatanya tidak. Aku bukan pilihan. Aku hanya salah satu dari sekian orang. Luka yang tidak berhenti sampai disitu. Aku harus terima, setelah kehilangannya, aku juga kehilangan teman, kehilangan percaya pada janji. Bahkan kehilangan diriku sendiri. Menjelang hari bahagianya, aku masih menyudut dalam hening. Berusaha tak menjatuhkan air mata di depan orang tua. Tak bisa kubayangkan seberapa besar kecewanya, sedihnya, padaku juga pada harapannya. Kini aku sudah berdamai, tapi bukan berarti telah melupa. Salahkah aku jika ingin dipercayai? Masalah keyakinan, izinkan aku bertanya pada Tuhan ku. Lag...