Ridwan
Untuk Ridwan, Temanku yang selalu membuatku merasa gagal Ridwan. Parasmu kuyakin bukan berasal dari Indonesia tulen. Apalagi Makassar. Meski kau selalu meyakinkan kami bahwa kau adalah orang Makassar asli. Nyatanya kami tak percaya begitu saja. Kulitmu kemerahan, dengan bintik-bintik yang biasa orang sebut freakless memenuhi wajahmu. Hidungmu juga tidak terlalu mancung seperti bule. Tapi sudah cukup membuat kami yang perempuan tulen kerap merasa gagal disampingmu. Daripada gagah, kau cenderung cantik. Kebanyakan orang yang melihatmu pasti berkata demikian. Aku sudah terbiasa. Ridwan. Dulunya kau bergabung di salah satu geng yang sok menguasai kelas. Hahaha. Mungkin tak resmi. Tapi kau lebih banyak menghabiskan waktu bersama mereka. Aku mendapat info, kau menyukai salah satunya. Hayoloooohh. Tapi takdir berkata lain. Cukup tragis, dia lebih memilih sahabatmu yang badannya lebih atletis. Suatu hari di lobby fakultas kau menanyaiku. Tentang seseorang dari kelas sebelah...