Tikaku, tigabelas
Ini sudah hari kamis. Kalau kuperhatikan, tulisanku akhir-akhir ini lumayan padat. Aku sedang mood, juga punya waktu. . . "Kau tak usah datang, pulang dari rs saya mau ke pengajian", begitu kira-kira isi pesanmu. Aku layu sendiri, hari Rabu adalah hari yang kunanti. Bahkan sudah kutandai di kalenderku, hehep Kuabaikan pengingat di kalender. Lalu kubuka semua sosial media yang kupunya. Ya, kuakui itu sebagai pelarian. Aku melangkah lemas menuruni anak tangga. Si tengil masih sibuk dengan setrikaannya. Kuambil posisi duduk paling nyaman. Bersandar di tumpukan keranjang, membuka sendal, duduk tanpa alas. Yup, aku siap menjelajah! Di dunia maya -_- . . Mereka banyak ngoceh seperti biasa. Kurespon seadanya, betul-betul sekenanya. Haha iyyo Iyokah? Bah saya juga Brr respon yang menyebalkan. "Galaui kapang kak imma", Yusran nyeletuk. "Puah, galau kenapaka iya? Apa galau-galau", sanggahku cepat. Lalu kulanjutkan diamku. Aku tetap diam dan asik di...