Winny Aurina Ariyani
Winny, gadis mungil yang lugu. Belum sempat dibuai kasih ayah. Belum juga tahu rupa orang yang kiranya menafkahi dan menimangnya tiap sore sepulang kerja. Dua bulan sebelum hirupan nafas pertamanya, sang ayah berpulang. Manusia yang sejatinya menjadi pacar pertamanya di dunia. Sorot mata yang merindu jelas tergambar di hitam pekat matanya. Nampak kehilangan sosok yang sebetulnya dimiliki. Apa mau dikata, takdir membawanya ke haluan yang berbeda. Nak, gaya tidurmu sepertiku. Berputar, berguling, berakrobat. Satu yang tak biasa kuabaikan adalah wajah tenangmu. Bak malaikat, kau dititipkan oleh Allah dan ayahmu. Pada seorang yang kini berjuang untukmu dan kakakmu. Ibu, yang sekarang terasa seperti kakakku. Kelak kau harus memeluk ibumu erat-erat dan memberondonginya terimakasih sebanyak mungkin. Ialah yang menyayangimu lebih dari siapapun di dunia ini. Selain di dunia, ada Ayah juga yang menyayangimu di dimensi berbeda. Tumbuh dan jadilah "besar" Meski tak semp...