Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2020

Rintik di Enam Juni

Rabu sendu. Matahari di tengah pandemi masih cerah, pagi yang biasa. Kantung mata belum normal bekas sembab semalam. Entah apa yang membuatku terus berpikir, overthinking. Siapa sangka, pagi ini akan jadi salah satu hari paling kelabu. Aku bukan siapa-siapa, hanya teman dari seorang anak yang ceria. Hanya orang asing yang main nyelonong masuk rumah, buka pintu, Assalamualaikum keras-keras, lalu menyalami pemilik raut muka ceria khas keluarga. Suasana keluarga yang selama ini hanya difantasiku, tampak nyata. Ibu yang baik hati, tempat cerita dua anak laki-laki dan satu orang perempuan. Kadang ngedumel saat nasi yang dimasak tak habis. Cekikikan bercerita apa saja, akrab sekali. Anak pertama, kakak untuk dua orang adiknya. Sepintas, kace satu pendiam sekali. Sependiam itu sampai suatu hari ia joget menirukan kami yang sedang menguleni adonan donat. Kami liat-liatan, speechless, lalu terbahak lama sekali. Jika ada komando dari Ummi, sesibuk apapun ia, tidak ada kata tunda. Man...