2019, is end
2019. Tahun berat, hampaku belum berakhir. Sesatku belum berujung. Kucoba sibukkan diri, Setelah drama hidup sepanjang tahun. Acara insomnia berat, maag akut, stres, juga pendepakan. Mentalku terserang, hampir terbunuh. Aku sadar, aku egois. Bukannya tidak peka, aku hanya mencoba tenang. Lunturkan sedikit sesak. Tau tidak? Hari itu, hari dimana sesak diujung tanduk. Sekuat hati kutahan. Sampai rasa menusuk itu benar-benar terasa. Saat itu, Aku sedang melipat pakaian, pakaian orang tentu. Kuputar lagu-lagu agar tak terlalu kaku. Jujur saja, itu hanya usaha membagi ruang dengarku. Kebiasaanku menatap dalam-dalam cukup buruk, karenanya aku terngiang lagi. Tentang aku yang tak punya nenek lagi, lalu patahnya harapanku tentang hal yang seharusnya sudah kusadari. Aku tertipu, untuk angan yang tak akan sampai. Atas janji yang kubuat lalu menusuk diriku sendiri. Apa aku egois lagi? Tuhan, aku tidak punya apa-apa sekarang. Jangankan uang, senyum saja aku susah. Kusalahkan i...