Shuold I Fight?
Kudekap diriku, erat.
Sadar, aku benar tak punya tempat pulang.
Aku bukan pemimpi.
Mimpiku gugur, bersama api yang dulu benderang.
Karena lebih banyak diam, aku suka memerhatikan.
Satu yang kutau benar, Manusia cenderung sembunyikan diri di balik geriknya.
Sekarang aku merasa bersalah, lagi.
Katanya, kalau aku diam. Suasana kerja jadi beku.
Teman, asal kau tau. Introvert akut sepertiku bisa kehabisan energi sewaktu-waktu.
Tolong sabar, aku sedang pulihkan diri.
Mencoba bangkit.
Aku memang sering nampak paling mudah ditertawakan, atau menertawakan.
Mencoba menjaga perasaan, tak biarkan suasana menegang.
Korbankan rasa yang mungkin ada.
Meski tak diminta.
Aku tak suka orang lain terganggu, apalagi khawatir karenaku.
Kadang aku memilih pergi,
jika memaksa bertahan, bisa saja aku tumpah, dan aku tak mau.
Cukup membuat mereka berpikir aku egois saja, tak apa.
Mereka tak perlu tau saat kututup pintu, memutar kuncinya.
I'll crying like a kid. Mengadu pada Tuhan.
I know, mencoba bahagiakan semua orang itu melelahkan.
Pelan namun pasti
It killed myself slowly
Aku kehilangan jati diri. Atau belum menemukannya.
Katanya tawaku terdengar dipaksa.
Kejam, dia tak tau bagaimana kerasnya aku menahan sesak, haha.
Rasanya mau lari, mau pulang.
Tapi tak ada arah, tak punya tujuan.
Produk gagal,
Kadang aku menghayal.
Kalau saja aku hidup sebagai pohon, tentu aku jauh bermanfaat.
Aku tak mengerti kenapa Tuhan membiarkanku lahir sebagai manusia.
God, I trust You
But please, give me more patient, stranger.
Aku tidak mati, tapi merasa tak hidup.
Komentar
Posting Komentar