stronger

"Ayah adalah cinta pertama anak perempuannya"

Seorang anak yang tumbuh dan besar dengan cinta dari Ayahnya. Dilindungi, disayangi, lebih dari apapun di dunia.
Lalu Sang Ayah pergi, meninggalkan cinta dan sisa luka kepergian. 

Namun, di lain kisah ada anak yang kurang beruntung dihancurkan oleh cintanya sendiri, bahkan dibenami trauma.

Ayah yang paling dia percaya akan selalu mencintainya, pergi..

Pergi memunggungi dengan perempuan asing disampingnya. Dibutakan sang penggoda hingga lupa apa yang dia punya. Rumah, anak-anak lucu, juga istri yang selama ini paling disayang.

Kehancuran yang tidak bisa dibayangkan anak pendiam nan asing dirumahnya.

Saat berbagi cerita denganku, mata perempuan tangguh ini berkaca. Menatap nanar. Aku hanya bisa mendengarnya dengan sungguh-sungguh. Walau tak bisa paham benar situasi yang ia bagi, aku berusaha menangkap rasanya.

Untuk sesaat, matanya jelas hampa. Entah seberkecamuk apa hatinya saat itu. Emosi yang ia luapkan tak lain dan tidak bukan adalah ungkapan kekecewaan, juga patah hati hebat yang pernah ia rasa. 

Sampai detik ini pun, nafasnya terdengar berat. Sesekali menelan ludah, mencoba tenangkan diri.

Keluarga hangat itu seketika hancur.

Ibu yang selalu dimanja nyaris gila. Anak yang baru saja lahir dibawa kesana kemari sembari menahan segala amarah.
Gadis yang baru beranjak dewasa sisanya juga hancur disudutnya masing-masing.

Hanya bisa saling menguatkan satu sama lain. Satu yang kukagum, tak satu pun dari mereka yang memilih jalan gelap.

Walau waktu tak bisa mengobati, kondisi mereka kini sudah jauh lebih baik.
Kuyakin, ada malam yang panjang diisi pikiran-pikiran "kenapa?"

Ingatan betapa bahagia masa kecilnya, lalu berganti rasa sakit yang tak terkira.

Lalu terisak dalam diam. Akh, tak bisa kubayangkan.

Jujur, cerita masa kecilnya sungguh bikin aku bertanya dalam hati "Bagaimana ya rasanya disayangi seperti itu?"
Lalu, pada bagian ujiannya, aku hanya bisa tertegun. Bahwa Allah sudah punya porsi cobaan untuk hambaNya masing-masing.

Makin dewasa, makin banyak kudengar cerita dan pengalaman dari orang terdekat.

Ada yang bahagia, tapi tak sedikit yang sudah terpatahkan harapan sekaligus masa depan.

Kita semua memang sedang dalam ujian.
Entah kelas berapa kita sekarang. Hanya Allah yang tau.

Kita semua hebat, sangat hebat.

Untuk semua sedih, rasa sakit, kecewa, patah hati, hampa, kehilangan..

Bukankah kita punya pilihan memberontak?
Bukankah kita punya pilihan menyerah?
Harusnya kita punya alasan untuk putus asa.

Tapi lihatlah...

Kamu, aku, masih disini.

Berdiri diatas kaki sendiri.

Walau banyak sekali luka yang belum reda, kamu masih kuat berdiri.
Meskipun terseok, kamu masih berjuang melangkah.
Kamu memilih terus maju disaat semua luka menusukmu bertubi.

Semua kekuranganmu, tangismu, lelahmu, merengekmu pada Tuhan, jangan ditahan. 

Kamu sempurna dengan segala retak dan bagianmu yang hilang.

Tumbuhlah dengan kepercayaan bahwa Tuhan tak akan meninggalkan.

Jika tak juga temukan bahagia didunia, bukankah surga Allah itu luas?

Kamu kuat, kamu cantik, kamu hebat.

Kamu salah satu mahluk Allah yang diberi rasa sabar yang besar. Belajar untuk selalu ikhlas pada semua yang terjadi yaa

Allah tidak pernah mengabaikan hambaNya. Luaskan hatimu, ringankan tanganmu memberi, buat senyum lebih banyak lagi!

Tugasmu belum selesai di dunia!
Bermanfaatlah terus, kita tak tahu amalan mana yang kelak membawa kita ke surga sama-sama :)))

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mu

Baru