Sepi, sempurna, dan gagal
Kesenanganku pada anime cukup fanatik. Tontonan ninja kecil yang pantang menyerah sekalipun dikucilkan sungguh memantik harapan jiwa kesepian sepertiku. Saat teman sepantaran sudah mantap menata hidup sesuai kesukaannya, bahkan beberapa telah maju ke singgasana pelaminan. Disini aku masih terkatung, membuntu. Tentang Jati diri yang tak kunjung kutemui. Dorongan yang tidak dirasa. Meski nampak sesekali bersemangat, tertawa lebar-lebar, sejujurnya jauh di dalam sana ada rasa hampa. Jika digambarkan, gadis berambut panjang itu tengah memeluk lutut, pakaiannya bagus, namun basah. Ia terisak, rambutnya jatuh hingga menyentuh kakinya yang tak beralas. Sosok itu sedang di balik daun pintu, mengurung dirinya dari dunia luar yang menyeramkan. Semua nampak kosong, hampa, hanya ada tempat tidur dan sebuah kursi. Jendelanya terbuka, tirai tipis yang membatas tertiup sapuan angin. Namun tetap saja, gadis itu masih memeluk diri. Angin tak dihiraunya. Aku jelas bukan orang periang. Penilaia...