Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2021

hm

Aku sayang kamu not means kamu bisa semaumu. Gitu. Kupilih pergi agar sayang ini tak perlu jadi sakit hati. Kurasa ini cara paling baik untuk sekarang. Dan lihat? Kau tidak peduli sama sekali. Biar saja seperti ini, aku mulai terbiasa apa-apa sendiri lagi. Walau tiap malam menangis kelelahan dijalan pulang, tak apa. Kucoba menikmati dan mensyukuri. Hari-hari yang datar seperti sebelumnya. Tidak kucoba lagi mengadu padamu. Karena kutau, tempat mengadu ya cuma satu. Hm, tanggunganku bertambah satu. Makin tak ada waktu memikirkan hidupku sendiri. Apalagi, kulihat bendera putih berkibar hampir tiap hari disisi jalan menuju tempatku cari duit. Hehe. Jadi penasaran. Ini yang datang duluan, jodohku atau malah ajalku ya? Takut bekal tak cukup, sungguh.

tell me now

Coba jelaskan, kenapa ada perasaan menerima kembali walau berkali-kali dihindari? Tell me why??? What's wrong with me?? Someone, please tell me whyy?? Bagaimana mengakhiri harapan yang sudah jelas berjawab tidak akan? Bagaimana caranya beranjak atau setidaknya marah pada situasi ini? Sadar, aku sadar. Iya, aku sadar aku goblog :'( Apa harus kuhapus semua jejak? Apa iya? Jujur, rasanya mau damai saja dengan segalanya. Namun kenyataan bilang tidak semudah itu maemunahhh Kalau harus membuka hati pada orang baru lagi rasanya sudah agak trauma. Sejujurnya, tidak ingin lagi. Apalagi kalau akhirnya harus berulang seperti ini. Membenci tidak akan mungkin, aku bukan pendendam. Bisakah setidaknya berikan aku kejelasan? Sejelas mungkin sampai aku berhenti menunggu yang harusnya memang tak kulakukan. Tampar aku sekeras mungkin. Kepalaku memang sedikit keras. :'( Sikapmu sudah jelas menjawab segala tanya. Aku hanya ingin berhenti menyalahkan diriku, sebab karenamu juga aku mulai sayang ...