I'm sick, now

Kadang, sewaktu-waktu.
Ada rasa menyerah dalam jalani hidup.

Berat, lelah, sangat menyakitkan.

Sering aku berkomat-kamit sendiri.
Gini amat idup ya Allah, mati ajadah.

Terdengar seperti candaan, tapi ini benar bukan kalimat yang terlontar begitu saja.

Aku diambang sesak.
Sungguh berat melawan diri, menerima nasib.

Aku benci diriku.

Kenapa Aku tidak bisa bersikap sedikit manis?

Kenapa Aku susah sekali berlemah lembut?

Kenapa?

Bibir membeku, hati hancur.

Benar-benar kesedihan yang paling disengaja.

Kubunuh diriku pelan-pelan dengan siksaan batin.

Ingin sekali kukatakan, ayolah.
Apa daya mulut sampah ini bilang, sudahlah.

Sok tegar sekali anda!
Spesies manusia paling bodoh.
Mencari alasan, lalu menyerah dan minta mati.

Apa kau tak percaya Tuhan?

Ya, Aku percaya.
Mungkin aku sedang lelah saja.
Sulit sekali mengatur nafas.
Berat sekali mengukir senyum.

Rapuh.

Ruh rapuh berkulit segala bentuk acuh, cuek, sombong, angkuh.

Kubenci, benci, sungguh benci.

Belum kutemukan arti hidup, semoga saja tidak sama sekali.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mu

Baru

stronger