dear, aku
Dear, Aku.
Senyum, itu akan membantumu.
Aku, Kutau kau sedang berkabung.
Aku, Kutau kau butuh peluk.
Kutau benar, kau sedang kalut.
Aku, Bersabarlah.
Kutau kau kuat, Allah tau kau bisa.
Aku, Menangislah.
Tidak apa, meski itu sesak.
Tak masalah pun jika harus membekap dalam kain atau bantal.
Kutau kau tak ingin didengar.
Kutau kau sedang tidak baik, tapi berusaha tegar.
Aku, Tersedu saja.
Jika menggigit bibir membuatmu nyaman, lakukanlah.
Nyalakan saja keran air keras-keras.
Aku, kutau kau tak pandai bercerita.
Tak apa kau tenangkan diri dengan caramu.
Kupeluk kau, erat dalam dekapan.
Jangan sedih, manusia memang bukan tempat harap, tapi sarang kecewa.
Aku, jika dengan mengunci diri membuatmu lebih baik. Tak masalah.
Sesak didadamu, rindu dibatinmu.
Nikmatilah, kau kuat. kau bisa.
Sibuk perbaiki dirimu, Aku.
Lihat dirimu, kau nampak tak baik hari ini.
Tidakkah kau sayang pada raga yang tak pernah tinggalkanmu.
Aku, ini hidupmu.
Kau pantas memilih.
Jika sekarang kau memilih pergi, pergilah.
Robek lembaran lama, ikat bersama kenangan pahit yang dulu ada.
Biarkan ikhlasmu membuka pintu baru yang tak pasti.
Yakin, jalan pilihan Tuhan lah yang terbaik.
Menangislah hari ini,
Mengamuklah,
Tumpahkan semuanya.
Esok kau harus bangkit.
Jatuh, bangun lagi.
No fall that you can't face.
Together we fly
Komentar
Posting Komentar