Untuk orang merasa kuabaikan
Teman, maafkan aku.
Sering sekali kualihkan pembicaraanmu yang arahnya mulai kesana.
Maaf sekali, saat kau coba mengatakan sesuatu tapi kuredam dengan tawa.
Juga untuk orang yang bahkan belum sempat kuakrabi.
Maaf sekali.
Aku hanya tak mau kalian merasa kecewa untuk sesuatu yang tidak kupunya.
Aku bukan tak ingin berkenal, sebab belakangan baru kutau bahwa punya banyak teman itu menyenangkan.
Maaf untuk sikap yang terkesan mengabaikan.
Ini hanya bentuk peduliku, kurasa pasrah di awal lebih baik. Daripada kuberi harapan lalu kupatahkan sendiri. Tentu lebih sakit bukan?
Bukannya apa-apa.
Ini hanya bentuk penghormatanku bagi orang yang rela membesarkanku.
Juga sebagai hadiah bagi orang yang kelak akan halal bagiku.
Terpenting adalah untuk keyakinanku yang sempurna menghormatiku sebagai makhluknya yang disempurnakan.
Komentar
Posting Komentar