Kala ini
Sudah enam jam. Kami terkatung. Duduk di pinggiran aspal, makan minum pun disana. Jika lelah ada beberapa pohon mangga yang rindang. Menyediakan tempat meneduh melepas penat karena ketidakjelasan.
Beberapa warga yang kehilangan keluarga tampak cemas. Memijit hp lalu berharap ada kabar di seberang provinsi sana. Anak-anak kecil yang baru tiba dari sana tampak kegirangan. Meloncat dan tertawa. Meski sangat tampak mata panda bekas ketakutan semalam.
Komentar
Posting Komentar