Tikaku, tigabelas

Ini sudah hari kamis. Kalau kuperhatikan, tulisanku akhir-akhir ini lumayan padat.
Aku sedang mood, juga punya waktu.

.
.

"Kau tak usah datang, pulang dari rs saya mau ke pengajian", begitu kira-kira isi pesanmu. Aku layu sendiri, hari Rabu adalah hari yang kunanti. Bahkan sudah kutandai di kalenderku, hehep

Kuabaikan pengingat di kalender. Lalu kubuka semua sosial media yang kupunya. Ya, kuakui itu sebagai pelarian.

Aku melangkah lemas menuruni anak tangga. Si tengil masih sibuk dengan setrikaannya. Kuambil posisi duduk paling nyaman. Bersandar di tumpukan keranjang, membuka sendal, duduk tanpa alas. Yup, aku siap menjelajah!

Di dunia maya -_-

.
.

Mereka banyak ngoceh seperti biasa. Kurespon seadanya, betul-betul sekenanya.
Haha iyyo
Iyokah?
Bah saya juga

Brr respon yang menyebalkan.

"Galaui kapang kak imma", Yusran nyeletuk.

"Puah, galau kenapaka iya? Apa galau-galau", sanggahku cepat.

Lalu kulanjutkan diamku.
Aku tetap diam dan asik di layar hp. Biarpun ruhku sudah berseliweran kemana-mana, aku tetap dengan mereka.
Si keriwil akram coba menghibur dengan menyanyi sambil bermain gitar.
Dengan lagu-lagu khas kesukaannya, jujur telingaku cukup terhibur.
Tobi masih sibuk dengan hp nya. Bervideo call dengan teman-temannya.

Coklat kopi racikan mantan barista memang enak. Bahkan gelasku hampir kosong diseruputan yang ketiga.

Aku tak banyak bercanda hari ini.
Kupikir, mungkin lebih baik begini.
Daripada kupaksakan, tapi nanti jadi amukan untuk orang yang tidak tahu apa-apa.

HP yang kugunakan seolah lelah.
Buka tutup sosmed dan senyum untuk konten yang menghibur.
Lalu kulihat logo oranye di sudut bawah menu bar.

Akh, kupikir aku harus tau jawabannya.
Dengan sedikit berat, kupaksa jempolku mencari namamu.
Lalu berharap cemas, apakah kali ini kau mengabaikan atau berbaik hati mengangkat?
Hingga nada sambung sudah hampir mencapai ujungnya, barulah suara kresek kresek terdengar.
Rupanya kau sedang berbaik hati, haha

Kudengar kau coba menenangkan, katamu kau tidak perlu lagi ke rs, cukup di puskesmas.
Lagi-lagi aku masih ragu.
Aku bukan sedang mendoakan, ini lebih kepada khawatir yang keterlaluan.
Aku hanya bingung, bagaimana basah di tanganmu, mutahan darah, kulit pucatmu semua hanya tentang paru-paru. Jujur saja aku masih ragu.

Doa kita semua hanya untuk kebaikan.
Semoga kau lekas sembuh saja, aku tak suka datang ke rumahmu lalu kudapati kau semakin layu.
Aku mau mengajakmu menjelajah lebih banyak.
Menikmati ketenangan, juga keramaian.
Karena kau sudah kutetapkan jadi teman yang tidak akan kuabaikan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mu

Baru

stronger