Selamat (tinggal) 2

Lucu sekali bukan?

Tempo hari, engkau yang meyakinkan.
Agar setelah ini jangan ada benci, tak perlu ada caci.
Agar semua ini tidak jadi sebab putusnya silaturahmi.

Tapi, lihatlah hari ini?
Aku bahkan harus tertampar kesekian kali.
Hanya karena alasan tak enak hati, mungkin.
Tidak kupasang diriku sebagai orang paling disakiti.

Sebagai seorang manusia,
Aku hanya ingin dimanusiakan, tidak lebih.

Pun jika ini terbaik menurutmu, tak apa.
Terhitung hari ini, kau telah menempuh jalan baru.

Biar aku belok ke jalan yang masih abu-abu.

Sekali lagi, Selamat (tinggal)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mu

Baru

stronger