Untuk tobi, yang hobbynya cengenges sana sini

Berusia lebih muda hanya setahun lebih beberapa hari dariku, tapi jika dilihat lagi, ia tak begitu jauh beda dari adik yang kuperkenalkan lebih dulu. Si keriwil bolla' Akram.

Perangainya lugu. Kesan pertamaku padanya agak lucu, kasian, sangat kasian. Haha.

Biar kudeskripsikan sedikit. Tingginya 150-an. Kira-kira 158 lah. Yang jelas aku lebih tinggi darinya.
Kulitnya sedikit lebih gelap dari Akram yang memang cerah. Tobi punya tahi lalat di sekitar hidung. Kalau kata dia, "Saya tidak gantengka kak, tapi maniska"
Betapa pede adik satu ini.
Hahahaha. Aku mah iya iya saja.

Apa sudah kuceritakan?
Kala aku marah dan mendiami mereka?
Ini terjadi dua kali. Pertama kalinya, mereka berdua bungkam. Tidak berani menyapa, mungkin karena mukaku sudah mendingin dan kaku.
Lalu berusaha kumulai percakapan, Tobi cukup santai menanggapi. Meski diiringi keluhan karena katanya tidak "kujampangi" kemarin.

Lama kelamaan, dia mulai berani. Merecoki, juga meminta sana sini. Satu yang harus kusyukuri, dia tak pernah lupa cara berterimakasih. Entah dengan ucapan, tapi lebih banyak dengan tindakan. I'm proud of him.

Hobby nya cengengesan. Sekalipun aku marah, dia tak pernah sungkan mencoba memulai percakapan. Yaa meski batasnya banyak tersekat juga.

Belakangan baru kusadari, ternyata dua anak ini memang lugu dan menganggapku sebagai kakak yang bisa direngeki.
Aku jadi ingat adik kandungku, si baka yang hobby merengek. Kutemukan bahagia lagi.

Meski kelihatannya Tobi dengan Akram sama saja, terkadang dewasanya memang agak berbeda.
Peringai kekanakan Akram masih jauh lebih dominan, sementara Tobi memang lebih banyak tidak enakan.

Alasannya bertahan di neraka ini katanya karena malas melamar pekerjaan lain, juga karena tak tega meninggalkanku. Alay. Hahaha

Tobi.. tobi..
Banyak sekali ceritamu. Mulai dari keluarga yang ternyata kau anak tunggal, sekolahmu, pergaulanmu.

Entah apa kau menyadari, tapi aku memang penyuka cerita.
Apalagi ini tentang kisahmu si anak tunggal yang sekelasnya di SMA suka ngebolos semua.
Kerap aku iri dengan orang sepertimu yang bebas ekspresikan diri. Tidak sepertiku yang terlampau banyak berpikir.

Rambutmu sudah kepanjangan, hampir tiap hari kutegur untuk lekas memotongnya. Lalu kau dengan ekspresi tidak berdosa khasmu berkata bahwa impianmu dari dulu adalah berambut gondrong. Cukup sekali dalam hidupmu.
Seperti biasa, aku luluh lagi -_-

Jika ada kontes manusia pengeluh, Mungkin kau bisa naik podium. Kau sangat suka mengeluhkan apasaja. Lucunya, kau tidak pernah tega jika keluhan itu karena teman. Sekalipun "pote-pote", kau tetap mengerjakannya. Aku hanya bisa terpingkal-pingkal (di belakang) hahaha.

Kau kampret, suka menggodaku dengan sesuatu yang bikin tensiku naik seketika.

"Kak, kurangi (Pakaiannya orang)", lengkap dengan ekspresi meyakinkan.

"Iyokah?" Mukaku menegang, ini hal menakutkan. Lalu kau cengengesan tanda menang.

"Emmm balle-balleko to?", kupasang muka cemberut. Kau makin senang. Durhaka!!

Kurasa takdir sedang berpihak padaku saat kau juga akram tiba-tiba hadir dihidupku. Kau harus tau, aku adalah makhluk suram yang dingin nan menakutkan.

Aku tidak pernah tau bagaiamana caranya memperlakukan orang lain yang tidak sepemikiran denganku.

Tidak bisa kugambarkan dengan benar bagaimana senangnya aku saat kutemukan makhluk-makhluk lucu sepertimu.

Saat kau kekanakan, aku menegur.
Saat tingkah anak-anakku muncul, kalian mengingatkan.
Uh, aku tak akan pernah siap ditinggal makhluk astral seperti kalian.

Nakal, menyebalkan, tapi ahli dalam lawakan, apalagi rengekan. 😊

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mu

Baru

stronger