Calon Relawan

Ini bukan saatnya saling menyalahkan. Penjarahan dimana-mana. Kalau bukan karena kelaparan maka karena apalah?
Bandar udara kota Palu kini penuh sesak. Dijejali warga dari penjuru Indonesia. Bahkan dunia.

Mengeluh, meraung, ingin segera meninggalkan tanah yang kini luluh lantak tersapu ombak dan terguncang amukan bumi.
Hercules yang hanya beberapa mulai lelah dan kebingungan.
Sementara para relawan yang rela pertaruhkan nyawa, tinggalkan sanak saudara, korbankan urusan pribadinya, justru tertahan karena amuk warga yang terus ingin disegerakan. Lalu kembali berdesak meminta pulang. Masih dengan berebut kursi di selang waktu yang tak seberapa.

Ketahuilah, kami tak datang untuk berfoto lantas dibagikan di dunia maya.
Ini hanya panggilan hati yang merasa perih mendapati gambar di layar persegi yang nampak porak poranda.

Kami hanya tidak bisa diam saja melihat materi yang tidak menyanggupi.
Kami datang, melebarkan pelukan.
Membiarkan yang ketakutan mendapat sedikit kehangatan, lalu cahaya harapan.

Terus berdoa, saudara.
Allah tidak memberi ujian kecuali kita bisa menghadapinya, bersama.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mu

Baru

stronger