Tikaku delapan

Leganya aku hari ini.
Akhirnya dosaku padamu hari itu bisa kubayar sedikit hari ini. Jujur, aku sangat merasa bersalah padamu. Tapi apa daya, terkadang aku memang begitu.
Dan terimakasih karena masih selalu bersedia menerimaku kembali.
Seperti tidak terjadi apa-apa.
Membuatku merasa jadi teman paling bahagia
.
Kau pasti mengataiku alay, aku tak peduli. Bwek.

.
.
.

Aku masih bermalas-malas pagi ini. Lelahku semalam membuat tubuhku minta waktu rehat ekstra.
Kuraba sekitarku. Maklum, kamar tempatku gelap. Juga pengap. Kau tau itu.

Kita tak akan bisa temukan apapun tanpa bantuan lampu.
Lama kuraba sekitar, akhirnya kudapati si putih bercasing naruto.
Betapa kagetnya aku mendapati pukul 09.30 dengan gagah berani terpampang nyata di layarnya.

Aku menguatkan diri menuju dapur.
Perutku sudah terlalu keroncongan.
Betapa sedihnya aku mendapati air di galon sudah wassalam, yang artinya aku harus membuka pintu..
Memanaskan motor, membuka pagar, lalu pergi membeli segalon air.

Sengaja kuisi perut sebelum ke rumahmu. Ini sedang awal bulan. Malu rasanya kalau aku terus menerus mengenyangkan perut di rumahmu. Hahaha.
Jauh dari kata bergizi, aku menyantap mie soto hari ini. Dengan sedikit nasi. Hihi

Kuseret kakiku menuju kamar mandi. Ini karena kekuatan gravitasi kasur yang masih terlalu kuat di hari libur sepagi ini.

Setelahnya aku berpakaian sembarang. Kuambil ransel biruku yang sobek di kantongnya. Kujejali dengan casan juga dompet yang isinya sedang tidak melarat. Haha. Aku harus sombong 1 minggu ini.

Aku ke rumahmu tanpa ijin. Pagar rumahmu tertutup seperti biasa, lalu kupanggil namamu. Juga lewat telepon. Aku memang pengganggu. HAHAHA.

Ummimu yang membuka pagarnya. Kuikutkan si butut ke dalam atas sarannya juga. Aku ikut saja.
Tanpa tau malu aku langsung masuk, menuju kamarmu. Tak sengaja aku berpapasan dengan kakakmu, yang cantik. Hahaha.

Dia selalu ramah, hanya aku masih terlalu canggung. Takut lewat batas. Hehe
Kacan bertanya apa aku suka oleh-oleh pemberiannya yang dititip lewat kau.
Tentu saja aku suka! Sampai-sampai aku tak tega membuka labelnya hihi.

Lalu aku masuk seenaknya. Mendapatimu dengan kepalamu yang masih botak.
Jujur aku masih suka kaget melihatnya.
Terlalu booom setiap kulihat pertamakali.

Kau bergegas mandi, meski kutau, ini akan makan waktu.
Kurebahkan badan di kasurmu yang empuk, tak lupa ku charge hpku lebih dulu.

After 40 minutes later (Ala spongebob)

Akhirnya kau keluar juga. Lalu bersiap menuju tempat yang sebetulnya tidak begitu kita suka. Hahaha.

Aku berencana membeli beberapa, itupun kalau sesuai modal.
Sampai disana, kau dan aku mengobrak-abrik bahan-bahan makeup yang tadinya tersusun rapi.
SPG nya melihat sinis, dan kita makin bersemangat mencoba semua warna listipnya hahaha.

Paling klimaksnya adalah ketika kita keluar tanpa membeli apa-apa.
Toh tidak ada peraturan setelah mengobrak-abrik wajib membeli kan?? HWAHWAHWA.

Misi menghancurkan dilanjutkan. Kau memiringkan, membalikkan, bahkan aku sempat menjatuhkan. Hahaha

Aku masih sedikit takut. Kalau-kalau satpam bermuka sangar yang kulihat barusan datang menegur.
Atau kemungkinan terburuk kita akan dibawa di pusat informasi lalu diumumkan anak siapa yang nakal ini.

Lalu kita cekikikan karena sampai urat lehernya pecah pun, tidak akan ada yang peduli. Karena Pace Mace kita di rumah masing-masing.

Aku menemukan salah satu barang incaran. Inginku mengamuk diantrian.
Ada orang chinese yang maunya kebanyakan. Kuterka masalah iklan instagram. Akh, malasnya.

Lama berdiri akhirnya giliranku datang juga. Betapa terpukulnya kita mengetahui penebusan nota tadi bisa lewat pusat informasi. Astagaaa

Aku mulai lapar, sepertinya kau tidak terlalu.
Tapi aku memaksa, perutku keroncongan.
Texas jadi pilihan. Tempat duduk pojokan jadi pilihan, yaa tentu saja!
Puas makan dan bercerita akhirnya kita pulang. Dengan bekal benda kecil yang dibungkus dikantong super besar, HUH.

Kau berpapasan dengan perempuan berkacamata, seperti biasa aku langsung minggir dan memberi ruang.
Kau bercakap sebentar lalu berpamitan.

Fakta terbaru yang kutau adalah dia calon kakak ipar si kacan, kakak cantikmu. Hahaha.

Kita pulang, ke rumahmu.
Aku lalu mengambil ransel dan lanjut jalan. Aku harus ke acaraku menyetor muka.

Kau tau apa yang terjadi?
Sampai disana, semua sudah bersiap pulang. Ke pantai tepatnya.
Berjalan-jalan, katanya.

BAYANGKAAN
Bagaimana jengkelnya aku melihat pemandangan itu.
Aku lalu bertekad. Tidak akan pernah datang kembali.
Untungnya aku bertemu teman yang lain. Mengobati kejengkelanku yang sudah menjalar ke ekspresi wajah. Kuyakin semua frustasi berusaha mengajakku ikut. Aku tak peduli.
Bodo amat. Hahaha

Yang jelas aku lebih enak bergosip dengan adik-adik kecil semester 5 yang kutemui. Itu sudah cukup mengembalikan moodku saat makan ayam goreng denganmu.
Akh, terimakasih untuk semua yang terjadi hari ini. Kecuali mereka, biang kejengkelan!!!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mu

Baru

stronger