Kekesalan Klasik
Ya,
Seperti katamu, aku memang pemilih.
Ya,
Seperti yang kau lihat, aku memang suka menilai.
Dan Ya,
Aku memang tak suka yang asal.
Asal kau butuh, aku ada.
Asal aku butuh, kau ada.
Sebenarnya, tidak sesederhana itu. Setidaknya melalui jalan pikirku.
Kadang-kadang, aku suka ragu.
Jikalau bertemu kamu, dan kau dengan seenak kacang mengelupasi aib temanmu-mantan, tepatnya.
Beberapa waktu aku akan tampak sangat ragu.
Kala engkau dengan nada tinggi menelisik apa-apa yang telah engkau beri.
Sekali, dua kali.
Mungkin itu dapat dimengerti.
Tapi, namun, dan sepertinya
Ada ketidakcocokan. Ketidakselarasan.
Yang bukan masalah fisik,
Lebih dari itu, kadang kurasa ada kenaifan.
Aku muak dengan cerita kau yang tersakiti, atau kau yang menyakiti, atau kau adalah pesakitan yang dihianati.
Dan rasa raguku semakin mengganggu.
Ada pembenaran.
Bersalahnya seseorang biasanya diikuti kata maaf, lalu penyesalan.
Namun. Sukanya, mungkin kebiasaanmu yg tak ingin nampak salah cukup memuakkan.
Alasan. Menjadikan 1+1=3. Zebra dibaca Monyet. Begitupun sebaliknya.
Atau ini kegemaran? Entah.
Aku hanya tidak mau suatu hari kau mengungkit apa yang tidak pernah aku minta. Itu saja. Sekian. Wassalam.
Seperti katamu, aku memang pemilih.
Ya,
Seperti yang kau lihat, aku memang suka menilai.
Dan Ya,
Aku memang tak suka yang asal.
Asal kau butuh, aku ada.
Asal aku butuh, kau ada.
Sebenarnya, tidak sesederhana itu. Setidaknya melalui jalan pikirku.
Kadang-kadang, aku suka ragu.
Jikalau bertemu kamu, dan kau dengan seenak kacang mengelupasi aib temanmu-mantan, tepatnya.
Beberapa waktu aku akan tampak sangat ragu.
Kala engkau dengan nada tinggi menelisik apa-apa yang telah engkau beri.
Sekali, dua kali.
Mungkin itu dapat dimengerti.
Tapi, namun, dan sepertinya
Ada ketidakcocokan. Ketidakselarasan.
Yang bukan masalah fisik,
Lebih dari itu, kadang kurasa ada kenaifan.
Aku muak dengan cerita kau yang tersakiti, atau kau yang menyakiti, atau kau adalah pesakitan yang dihianati.
Dan rasa raguku semakin mengganggu.
Ada pembenaran.
Bersalahnya seseorang biasanya diikuti kata maaf, lalu penyesalan.
Namun. Sukanya, mungkin kebiasaanmu yg tak ingin nampak salah cukup memuakkan.
Alasan. Menjadikan 1+1=3. Zebra dibaca Monyet. Begitupun sebaliknya.
Atau ini kegemaran? Entah.
Aku hanya tidak mau suatu hari kau mengungkit apa yang tidak pernah aku minta. Itu saja. Sekian. Wassalam.
Komentar
Posting Komentar