Its ok
It's okay :')
Saat memilih jadi tertutup, saat itulah aku harus siap memutar otak mengcover semua pedih.
Malam ini, ibu (mama) bercerita via hp.
Tentang rindu, juga pekerjaan (untukku) yang diharapkannya.
Kukira aku telah berusaha, aku hanya merasa tak perlu bercerita masalah yang bisajadi menyedihkan atau memalukan.
Kata perkatanya kudengar. Nadanya halus, aku datar. Lebih banyak diam.
Hanya air mata yang menyeberang dagu, lalu ke lantai.
Untung saja teman kosanku sedang keluar.
12 menit lamanya, kutahan sesenggukanku dengan tarikan nafas panjang.
Kulap ingus dengan kain jilbab yang barusaja kulepas.
Air mata kubiarkan berjatuhan.
Tuhan, apa iya hidupku memang ditakdirkan seperti ini?
Jika iya terimakasih.
Engkau telah memilihku jadi hamba yang Engkau percaya untuk melalui ini.
Aku mohon sabar, sabar, sabar, dariMu.
Jelas sekali arti kata ibu.
Aku merasa gagal akan semua usahaku selama ini.
Semua jerih payah, letih, sakit, aku kalah.
Tuhan, tidak bisakah aku menjadi apa yang mereka mau.
Ambil saja perasaanku, tak apa aku "mati".
Biar aku hidup hanya untuk senyum mereka saja.
Kepalaku memberat.
Aku gagal.
Kubasuh wajah, mencoba tersenyum di tengah air mata yang tak juga surut.
"Its okay, imma. Its okay", kutenangkan diriku. Aku tau, aku tak punya siapa-siapa selain Aku yang tak lelah berjuang.
Terimakasih diriku, kau benar-benar kuat.
Maaf jika sesekali kusakiti kau dengan sadar. Maaf sekali.
Membuka kamar kosan, kuhela nafas sekali lagi.
Aku akan terlihat baik saja, tidak ada apa-apa.
Kusapa teman yang baru tiba, lalu mengambil mukena.
Kubersujud, menata hati. Menyerahkan segalanya pada sang Pemilik hati, pengatur rezeki, Maha Penyayang.
Pasrah, aku pasrah.
Aku tidak kecewa lagi dengan hal kecil.
Kurasa hati ini makin hampa.
Tak apa, mungkin besok akan baik.
Masih kupercaya rencana Allah terbaik.
Terimakasih blog,
Denganmu aku merasa punya pendengar yang baik.
Aku tak perlu menyebarnya via story lagi. Sebab kutau tak akan ada yang peduli.
Aku hanya perlu tak lelah berbuat baik bukan? :)
Komentar
Posting Komentar