Postingan

Untuk sesuatu yang kuanggap penting, Aku bahkan sudah segitu sungkannya untuk bertanya dimana, apalagi bercanda. Bukan apa-apa, kupikir jawabannya akan berakhir disitu-situ saja. Mungkin juga tak dijawab sama sekali. Aku hanya tak mau menggali luka lebih dalam lagi. Andai waktu terhenti di detik saat semua baik-baik saja. Ah, sudahlah. Semakin diandaikan, makin runyam rasanya. Aku hanya ingin berhenti berpikir, bahwa kau telah berubah. Dan semakin asing.

Skripstory

Hai, selamat malam! Sekarang jam 20 lewat 32 menit dan entah berapa detik. Aku masih berbaring. Berguling. Menatap nanar lembar putih skripsiku yang masih dalam wujud mic. Word. Belum di print, mungkin besok atau lusa. Sebenarnya masih malas, agak ragu dan jujur cukup takut. Tapi karena pembimbingku sebut saja Melati terus menagih dan teman-teman yang menyemangati--dalam hal ini mengintimidasi. Terpaksa kupacu otak mungilku. Siap tidak siap, malas atau lagi mood, pokoknya senin ini harus lanjut konsultasi. Di gedung ber-AC lantai 3 dengan wifi gratisan yang menarik puluhan mahasiswa lain yang tidak berkepentingan untuk turut nongkrong tanpa kopi di tegel putih nan dingin itu. Akh, membayangkannya saja sudah malas. Sudah hampir 30 menit, layar netbook kubiarkan tidak berkedip. Jendela penuh mic. Word sedikit ku blok dengan aplikasi pot player dengan lagu-lagu lama Justin Bieber. Sesekali aku ikut menyanyikan liriknya. Tidak akan ada tetangga atau keluarga yang terganggu. Sebab aku ti...

More than everything ❤

Andai melupakan semudah itu. Orang yang menyayangiku, selalu menanyaiku, menungguku. Tetiba pergi, tanpa firasat, tanpa pertanda. Aku rapuh, jatuh, sembari mencoba tetap tegar di tengah keluarga yang berkabut duka. Sempat tak percaya. Cukup trauma dengan suara alat medis, sirine ambulance, bahkan sekedar kalimat innalillahi wa'inna ilaihi rajiun. Telinga serasa memekak, hati luruh, kemudian rindu memanggil kembali. Bukan perkara mudah menjalani hari-hari dengan beban penyesalan didada. Menyesal karena teleponnya sering kuabaikan. Menyesal selalu mengacuhkan rindunya. Aku menyesal, sangat sangat menyesal. Tahun demi tahun berlalu.. Kucoba menata hidup kembali, tanpamu. Seperti yang kuduga. Berat, dan jauh berbeda. Andai Tuhan mengijinkan pertemuan hari ini. Akan kuhadiahi engkau dengan apapun yang engakau mau. Apa saja. Kadang aku berandai, kutebak engkau pasti orang paling sumringah tiap kepulanganku di rumah. Kuyakin engkau orang terantusias membuka aneka plasti...

Maaf,

Mak, Pak, maaf ya. Aku jarang sekali menulis tentang kalian. Bukannya tidak mau, aku hanya bingung akan jadi seperti apa ungkapan terimakasihku pada kalian. Lihat aku sekarang Mak, Pak.. Sekarang aku jauh lebih cerewet bukan? Aku ingat sekali bagaimana rasanya malas bicara, entah karena takut disalip atau memang karena sedang tidak ingin boros nafas. Pernah kudengar cerita, waktu usiaku masih ngompol sana sini. Bibirku memang sedatar itu. Aku tidak sama seperti bayi-bayi lucu sepantaranku. Di sekolah, aku tidak pintar. Tapi juga tidak bego-bego amat. Aku hanya terkenal karena bagian belakang bukuku yang penuh dengan gambar imajinasi. Mak, Pak, tahu tidak? Aku pernah dituduh Ibu guru menjiplak gambar, padahal demi Allah aku menggambarnya sendiri. Aku sedih, tapi juga tidak menangis. Pernah sekali ibu guru memberi pertanyaan tak terduga, aku yang sepanjang pelajaran sibuk menggambar sana sini dengan pedenya mengacungkan jari. Aku hanya tidak tertarik berebut, karena tak ada yang...

Petunjuk Membaca (wajib)

1. Tulisan ini untuk lu doang, jadi rahasia! Hehe 2. Urutannya amburadul, karena sering kubaca ulang lalu kepencet simpan. Makanya tulisan lama malah ke atas sebagian. 3. Terserah mau baca darimana, yang penting Tikaku baca dari satu yee. Gehehe. 3 1/2. Tapi disaranin baca dari bawah sih (selain tikaku) 4. Dilarang berubah setelah membaca. 5. Kalau berubah, kupanggil doraemon hapus ingatanmu. Ada juga yg nda sengaja terpublikasi, maklum.. orang baru di blog itu hari kodong. Kukira kusimpan to' ternyata terpublikasi. Mauka hapuski, takukka terhapus selama-lamanya. Hehehe. Jadi ikhlaskanmi yg itua. Beberapa konten bukan untuk kau sebenarnya, ada untuk icha, arman, ride, sama akram tobi. Juga ada untuk orang abstrak. Kentaraji itu, kalo untuk kau, berarti ada tikaku nya. Kalo nda ada, nassami bukan untuk kau. Terserah mau baca ato nda. Tapi kalo mau, tabe di satu eskrim/choki-choki per konten. Susu ultrata kalo ada tabe' Penulis/Papote-pote ~ si lucu, imma ~

Prolog... (baca diawal).

Selamat, anda baru saja memasuki zona merah bertengkorak. Pake aku aku ka' disini. Krna kalo saya terlalu asing, kalo gue terlalu sok. Jadi aku mo gang. Hahaha. Setelah hampir 5 tahun baruka kenalan sama kau. Karna biasa kauji terus cerita to.. jadi yaa kuceritakanmko juga, tapi lewat huruf asoooyyy. Sebenarnya dumba'ka. Apa gerangan responnu, tapi nda pedulija deh. Yang penting jangko berubah. Ituji. Hehepp wakwaoo. Hmm. Mari kita mulakan. Kita sudah kenal 5 tahun. Bukan waktu yang singkat, tapi juga belum terlalu lama. Kalau manusia, pertemanan kita sudah mulai masuk TK. Aku suka menulis, kau pasti tau itu. Meski maaf, aku selalu menyembunyikannya dari siapapun. Aku terlalu malu jika keluh kesahku dibaca oleh selainku. Kartika Pratiwi H. Nama di urutan awal. Tidak kuhiraukan. Selama aku punya Shahrisah S. Aku diam-diam saja. Kau duduk di belakang kursiku. Di awal kuliah aku benar-benar tidak tertarik untuk mengenal penghuni kelas kita. Aku masih mengeluhkan ket...

To be continued (baca di akhir).

Ini akan jadi tulisan terakhir untuk season ini. Belum kutau, apa aku akan melanjutkan atau menyudahinya saja. Tadinya aku berpikir memberimu di hari ulang tahun atau apakah.. Lalu aku kembali berpikir, ini jadi hadiah wisudamu saja. Karena aku tak memberimu apa-apa di hari itu. Hehe Terlebih kutau bahwa akhir-akhir ini kita sudah jarang bertemu, dan aku jadi kurang bahan bercerita. Aku tak mau menodai tulisan untukmu lebih banyak lagi, hahaha. Kau pasti menyadarinya juga bukan? Di akhir-akhir konten tikaku, malah banyak menceritakan diriku sendiri. Karenanya, lebih baik kusudahi saja. Siapa tahu, nanti kita kerja di tempat yang sama. Jadi aku bisa menuliskan hal-hal baru tentangmu. Ini mungkin terlihat sederhana, hanya tulisan yang berentet panjang. Entah apa kau betah membacanya atau tidak. Aku tidak tau. Kutulis ini sebagai terima kasihku telah menjadi temanku yang sudah tidak bisa lagi kugambarkan (alay). Tapi Memang. Juga bentuk maafku yang selama ini menutup rapat ban...