:)

kenapa?
kamu melihatku juga dengan pikiran yang sama ya?

keras kepala

egois

pemarah

banyak diam

kadang oversharing

itu benar.

seperti yang dikatakan banyak orang. ya, semua itu benar.

tapi, apa pernah terlintas dipikiranmu, bagaimana aku bisa jadi seperti itu?

atau, pernahkah ada yang bertanya. adakah hal yang kukorbankan sehingga energi untuk hidupku justru nyaris terkuras habis?

hampir tidak ada yang menyadari, mungkin.

berapa banyak kebutuhanku yang tak kupenuhi demi hal penting lainnya yang mestinya bukan kewajibanku.

tentang berapa lama kukumpulkan sedikit demi sedikit rupiah untuk melepas rasa inginku pada sesuatu. walau pada akhirnya harus kurelakan pada hal yang lagi-lagi sebetulnya bukan tanggunganku.

lalu, berapa banyak kesalahan yang kusimpan dalam diam dan berusaha sabar saat coba menyampaikan hal yang selalu diabaikan. tapi, justru aku yang salah karena tidak bisa menyampaikannya dengan baik lagi. aku sudah kepalang muak, tapi tetap aku penjahatnya.

berkali-kali aku dikira abai, padahal berusaha diam karena takut menyakiti. aku tahu benar, saat meledak aku tak terkendali. kau bisa sakit, meski nyatanya kau tetap sakit karena diamku itu. saat tenang akan coba kujelaskan, namun kau tidak bersedia mendengarnya lagi.

betapa berkerasnya aku membela di depan orang banyak, tapi siapa yang menyangka aku sudah seburuk itu dipandangan orang lain karena cerita dari orang yang kulindungi.

tak terhitung lagi, berapa kali kutelan kecewa pada orang-orang yang aku perjuangkan kebahagiaannya, tapi memilih jadi orang yang abai bahkan balik jadi bumerang bagiku.

tadinya, kupikir normal saja hidup ditengah orang egois nan keras kepala dan tidak ada yang mau mengalah. belakangan aku sadar, penyebab keras hatiku dari mana. sampai aku mulai berpikir, aku tak pantas berkeluarga dengan diriku yang seperti sekarang.

pernah berkelana dan mengenal cukup banyak teman, seburuk apapun hidupnya, sekeras apapun ujiannya, setidaknya mereka punya satu orang dalam hidupnya yang akan mereka cari ketika butuh sesuatu. butuh didengarkan, butuh dijajani, butuh dinasehati. tak bermaksud membandingkan, tapi realitanya aku benar-benar tidak punya satu orang itu. 

ya, mungkin ada satu dua yang menawarkan, tapi aku mungkin tidak begitu butuh orang yang menganggap rasa sakitku sampah. terlebih, aku sangat takut membebani.

satu-satunya yang kumiliki belakangan ini hanya anak buluku, Kyubi. anak baik yang tak sekalipun menghakimi sedihku. menemani pada saat terburuk sekalipun. tapi lihatlah, Kyu bahkan tak cukup kuat. Kyu pergi bahkan sebelum tiga tahun denganku.

kehilangan kyubi melebihi apapun yang ada dipikiranmu. aku kehilangan mahluk paling tulus yang hampir selama hidupnya dihabiskan bersamaku.

kalau suatu waktu aku nampak excited, selalu merangkul kala kau jatuh, selalu ada dan mengusahakan yang terbaik selagi bisa, berarti aku tengah menguras energi yang tidak seberapa ini. aku tidak ingin orang lain kesepian sepertiku. sayangnya, sekarang aku benar-benar nyaris kehabisan energi. tidak lagi kutemukan alasan hidup yang lebih dari takut mendahului takdir. jujur saja, hampir tiap saat pikiran ini sudah tidak benar lagi, berapa menit sekali hanya mati yang berputar dikepala ini.

jadi bagaimana?
teman yang kau kira akan selalu excited dan akan memelukmu kala hancur ini ternyata tidak sebaik itu ya? tidak sekuat itu?

dia hanya berkeras untuk hidup karena Tuhannya. tidak ada impian, hanya bernafas, bekerja, makan, dan tidur yang banyak. sudah :)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mu

Baru

stronger