More than everything ❤
Andai melupakan semudah itu.
Orang yang menyayangiku, selalu menanyaiku, menungguku.
Tetiba pergi, tanpa firasat, tanpa pertanda.
Aku rapuh, jatuh, sembari mencoba tetap tegar di tengah keluarga yang berkabut duka.
Sempat tak percaya.
Cukup trauma dengan suara alat medis, sirine ambulance, bahkan sekedar kalimat innalillahi wa'inna ilaihi rajiun.
Telinga serasa memekak, hati luruh, kemudian rindu memanggil kembali.
Bukan perkara mudah menjalani hari-hari dengan beban penyesalan didada.
Menyesal karena teleponnya sering kuabaikan.
Menyesal selalu mengacuhkan rindunya.
Aku menyesal, sangat sangat menyesal.
Tahun demi tahun berlalu..
Kucoba menata hidup kembali, tanpamu.
Seperti yang kuduga.
Berat, dan jauh berbeda.
Andai Tuhan mengijinkan pertemuan hari ini.
Akan kuhadiahi engkau dengan apapun yang engakau mau.
Apa saja.
Kadang aku berandai, kutebak engkau pasti orang paling sumringah tiap kepulanganku di rumah.
Kuyakin engkau orang terantusias membuka aneka plastik yang kubawa.
Lalu memberondongiku dengan pertanyaan mau makan apa? Berapa hari di rumah?
Raut mukaku memang datar. Tapi kuyakin kau paham dengan cara itulah aku mengekspresikan bahagia di rumah.
Kembali lagi, ini hanya andaian.
Tuhan, jika saja...
Bukan tidak ikhlas, aku hanya menyesali pergimu sebelum sempat kulakukan apa-apa.
Kini, aku hanya bisa mengesampingkan sosokmu saat berkumpul dengan keluarga.
Kalau tak kusampingkan, sudah kupastikan mataku tak akan sanggup membendung sedih.
Sering sekali aku mengunci diri, mendengar lagu-lagu, memasang rekaman tentangmu dikepalaku.
Sambil menangis, kadang sambil menulis.
Aku tidak punya tempat bercerita.
Aku bahkan tak yakin apakah ada orang yang menyayangiku seperti caramu menyayangiku.
Maafkan sikap burukku selama ini.
Terimakasih untuk segala cinta yang engkau berikan padaku.
Mengajarkanku bahwa menyayangi tidak dengan ucapan, tapi lebih pada penantian dan kesabaran mencintai tanpa cara memaksa.
Ya! Engkau tau benar aku pemberontak!
Dan engkau punya milyaran cara menegur tanpa membuatku merasa tak berharga.
I miss u more than 3000, more than sand on the beach, air in the world, water in the sea.
Youre greatest gift from God to me.
I really missing u
Mengenangmu hal yang menyenangkan, tapi entah kenapa mataku sembab begitu saja.
Aku ikhlas, aku rela, aku hanya sedikit rindu.
Tidak
Tentu tidak.
Aku sangat rindu,
Rindu sekali..
dan tentu saja,
kehilangan.. 🙂
Komentar
Posting Komentar