-7

Tersisa tujuh hari, sebelum aku benar-benar akan melangkah jauh. 

Meninggalkan tempat paling nyaman yang pernah kutemui. Walau berakhir tidak baik, tempat itu akan tetap ada sebagai tanda bahwa hati ini pernah tulus, raga ini pernah bahagia, hati ini pernah percaya akan cinta dan ketulusan. Sebelum akhirnya sirna dan berganti trauma yang tak pernah kuduga akan datang dari orang yang pernah paling kupercaya.

Sudah hampir tiga bulan lamanya.

Tiap malam kepikiran, bertanya-tanya dalam kepala salahnya dimana.
Bergelut dengan akal bolehkah kuberi kesempatan sekali lagi?

Akhirnya, malam yang kunanti kembali.
Tidurku mulai nyenyak setelah tiga bulan.
Melihatmu sekali lagi walau hanya dalam gambar sudah tak menyulut amarah.
Mengingatmu pergi dengan pilihanmu pun, aku sudah tak masalah.

Pergulatan akal dan hati yang sungguh tidak bisa dibilang mudah.

Bisa kah kau pikir?
Bagaimana kerasnya aku menahan diri untuk mencarimu saat aku benar-benar rindu kala itu.
Bahkan jadi jauh lebih berat saat kau berani menghubungiku?

Pernahkah terbayangkan olehmu bagaimana tersiksanya aku melawan rinduku dengan mengabaikanmu. Hanya karena tau, kamu tidak benar-benar ingin datang padaku. Kau hanya sedang disenggang waktu dan coba mempermainkanku?

Tidak pernahkah terlintas dibenakmu, bagaimana sesakku saat kukatakan jangan ganggu aku padahal aku sungguh rindu ingin memelukmu?

Nyatanya, dunia menunjukkanku berkali-kali bagaimana teganya kamu.
Tanpa belas kasihan, pergi tanpa jelaskan apapun.
Kembali berkali-kali disaat aku tau semuanya, bahwa ada orang lain penyebabnya.
Manusiakah kamu?
Aku ragu, sungguh.

Sudah tiga bulan, kau pergi dariku.
Sekarang, tujuh hari lagi akulah yang akan melangkah pergi.
Sayang sekali, mustahil rasanya bisa membenci orang yang pernah jadi alasanku "hidup".

Dihadapan Tuhan, kupeluk diriku, sambil menangis kuelus dada dan berkata "Untuk semua yang terjadi, bismillah aku ikhlas"

Kumaafkan engkau, tapi tolong jangan datang lagi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mu

Baru

stronger