2021-last week
tahun ini seperti roller coaster.
tak seperti tahun sebelumnya yang membuatku hancur berkali-kali, rasanya kali ini agak membaik.
hmm, sebenarnya tidak mudah. hanya saja, aku dipertemukan oleh banyak sekali orang-orang baik di sekeliling.
awal tahun, aku kehilangan pekerjaan untuk yang ketiga kali. sedih, tapi mau gimana lagi. hihihi.
entah karena sudah jatuh berkali-kali, jadi saat terjatuh lagi rasanya sudah agak kebas. tak sehancur biasanya. wkwk.
beban mental yang kubawa tahun kemarin masih menghantui. tidak jadi nikah karena diselingkuhi, teman yang berkhianat, keluarga yang abai, hah ingin hilang saja rasanya.
tiga bulan berlalu, aku mulai bekerja (lagi). tidak tenang rasanya di rumah yang aku sendiri tak terlalu betah.
perjalanan sebagai promotor sungguh berat bagi aku yang aslinya introvert ini. mudah kehabisan energi saat memaksa diri bertemu orang baru, apalagi wajib beramah tamah. Ya Allah, entah berapa ratus kali aku menangis di jalan pulang ahahaha.
Ya Allah, caaaapeeeeee ðŸ˜
gitu terus, sesenggukan.
sampai di rumah, kucuci muka sembab itu. kutarik napas panjang lalu membuka daun pintu yang tentu saja sudah kosong ditinggal tidur. yes, jam pulangku memang selarut itu.
aku selalu berusaha memahami apapun yang terjadi.
tapi, kejutan paling besar ternyata menanti lagi. entah sejauh apa jarakku dengan keluarga ini, sampai-sampai kabar aku akan punya adik lagi betul tak sampai ditelingaku.
kalau tak kutemukan buku pink itu, sampai lahir mungkin aku takkan tau.
shock sekali aku hari itu.
selain kawan kerja yang kutemui. aku temukan satu orang baru lagi.
dia adalah pemilik wajah yang selalu riang, walau kutau benar, matanya sisipkan luka.
tak pernah kukira, padanya kutitipkan sepotong hati.
manusia sabar yang tak henti melemahkan egonya saat aku marah.
uring-uringan yang aku pun membenci, ia tak lelah mencari akar masalahnya.
membuatku berani teteskan air mata, lalu mengubahnya jadi tawa.
tak kutahu pasti apa yang sedang kujalani. namun, yang kutahu i'll always beside him, apapun yang terjadi.
padanya aku belajar saling memaklumi, kembali menjadi lebih baik saat masalah selesai, memaafkan apa yang tak bisa dikendalikan. juga menaruh percaya satu sama lain.
jujur, aku tak berani kalau ditanya masa depan. yang jelas, untuk sekarang akan kupastikan aku akan berusaha menjadi versi terbaikku.
saat ia memperluas sabarnya, ia juga telah memperluas sabarku.
kerap menyebalkan, tapi aku sadar tidak kurang menyebalkan darinya ahahaha.
kita berdua adalah dua bagian yang berbeda tapi saling merekat.
thats amazing and i love
hope u will be mine.
Komentar
Posting Komentar