a
Nyatanya, tulus saja tidak cukup.
Terimakasih Tuhan, kali ini aku lebih siap.
Walau sedih, walau sedikit kecewa, aku sudah tidak terlampau kaget seperti lalu.
Berkali-kali aku merasa bodoh.
Namun, aku tak menyesal.
Aku percaya kesal ini akan segera berlalu.
Untuk tawa juga support kemarin, aku sungguh berterimakasih.
Tak banyak orang yang sesabarmu.
Tidak banyak orang yang jadi telingaku.
Bahkan aku sampai tak perlu ragu bercerita.
Belakangan, kurasa kau agak berubah.
Mungkin sudah diujung lelah, melihatku yang tak kunjung berubah.
Maaf, jika saat terluka aku butuh waktu yang tak sedikit.
Maaf jika hal ini ternyata menyakitimu.
Aku benar tidak bermaksud demikian.
Untuk segala terimakasih dan maaf yang tak berani kuucap, kutulis ini untukmu.
Maaf jika aku tak bisa seperti yang kau minta. Tidak sama seperti bayanganmu.
Kini kau tahu, aku hanya anak perempuan biasa. Bisa merengek, bisa ngambek, tapi tak pernah tau cara mengungkapkan.
Kamu tidak pernah menyakitiku, aku hanya disakiti oleh harap yang kubuat sendiri.
Sekarang kamu tau, alasan orang-orang meninggalkanku.
Aku bisa apa selain menangis?
Aku berdoa yang terbaik untukku, untukmu, juga untuk hidup nanti.
Rasanya aku memang tidak layak untuk siapa-siapa.
Tidak cukup baik untuk dimiliki.
Asal kamu tau, hati ini pernah jadi milikmu. Tapi karena kau juga memilih pergi, biar kusimpan saja. Biar kututup lagi pintuku. Kupeluk lagi diriku. Memang egois ya aku? Hehe.
Maaf telah mengecewakan,
Kudoakan kamu selamat dunia akhirat, a
Komentar
Posting Komentar