Kyubi Mort Zoldyck, dkk.
Nama majikan memang harus jauh lebih keren dari nama babunya, hihihi.
Kyubi Mort Zoldyck
Kyubi=Ekor sembilan=Kurama=Rubah
Telinga lebar, warnanya orange, mirip kurama/rubah di naruto, hehe.
Mort=Karakter pinguin di animasi madagascar=Penyuka kaki
Waktu awal ketemu sampai sekarang, doi hobby sekali gelendotan dikaki. Bahkan benda apapun yang berhubungan dengan kaki. Sendal, sepatu, keset, kos kaki malah? Hahaha, ada bau sedep-sedep nyengat kali yak? Hehehe
Zoldyck=Killua Zoldyck=Karakter di hunterXhunter=cakep, jagoan, sayang adeknya 🥺=pembunuh profesional
Bulu/Rambutnya dominan putih, mirip keluarga killua zoldyck. Kucing oyen putih calon hunter sejati hahaha.
Namanya udah selesai yaa. Giliran ceritanya nihh
Entah berapa lama aku kepikiran mau pelihara kucing. Mungkin karena keseringan nonton video lucu, juga cerita membagongkan samsul, bintik, kookie, dkk di twitter.
Awalnya aku kegirangan, tiga anak kucing lucu dengan induknya datang ke rumah. Warnanya lucu-lucu. Langsung kunamai mereka seperti biasa aku ketika bertemu sesuatu.
Pertama Mocci, anaknya lucu seperti berponi. Bulunya hitam putih, mukanya paling culun tapi gemass..
Kedua, Bucci. Paling gembul dan bersih, warnanya putih abu-abu garis. Mirip kookie ku yang almarhum. Anaknya manis, suka penasaran, tapi emaknya garang suka ngelarang-larang.
Terakhir, kunamai Gugu. Warnanya abu-abu gelap bergaris. Matanya paling tajam, telinganya selalu tegak tanda waspada. Paling susah didekati, bahkan dilihat saja doi bisa lari pontang-panting.
Setiap malam atau subuh hari, aku suka mengendap-endap keluar rumah, kutaruh makanan di anak tangga paling bawah. Lalu menunggu dibalik pintu. Diam-diam tentu, lampu juga ikut kumatikan. Entah berguna apa tidak, soalnya kucing kan bisa melihat dalam gelap? Hahaha.
Tak butuh waktu lama, Bucci sudah heboh makan sendiri. Diikuti si Mocci si muka sedih. Nah, Gugu yang waspada selalu nengok kanan kiri. Pasang mata, menilik sejauh mungkin. Aku merapatkan diri kedinding takut ketahuan ngintip! Hahaha.
Kalau sudah puas, mereka biasanya leha-leha di anak tangga. Hanya gugu, si waspada yang mukanya tegang terus.
Walau begitu, bonding kami tidak berjalan mulus. Mereka masih terus takut dan menghidariku.
Aku hanya bisa melihat mereka dari jarak yang cukup agar mereka tak merasa diusik. Makan mauu, dideketin ogahh. Gitu kira-kira :')
Lalu pada suatu hari, tepatnya tanggal 8 Februari 2021 aku jalan ke sawah. Sedang ada acara tanam padi hehe, aku memilih berjalan kaki. Selain olahraga, mata jadi segar melihat hijau dan aliran air.
Sudah setengah jalan kulewati, menyusuri saluran irigasi dengan sawah yang membentang di kanan dan kiri bikin aku celingak celinguk, hehe. Tidak jarang kakiku tersundut rumput berduri atau kepeleset tanah licin. Untung ga jatoh yekannn. Hahaha
"Nyaaww", suara tipis tapi nyaring tiba-tiba terdengar.
Awalnya aku acuh, kupikir jaraknya agak jauh.
"Nyaaww, nyaaaww", terdengar merintih dan sedikit gemetar. Aku menoleh otomatis.
Benar saja, ada gundukan bulu dominasi putih diatas rumput sedang mendongak padaku. Pupilnya mengecil, tapi suaranya jelas merintih. Aku tersentuh seketika, caelah..
Badannya mungil sekali, mungkin baru sebulanan lebih sedikit. Rambutnya jingkrak dan masih terlihat jarang.
Saat berbalik, kulihat dua ekor lainnya sedang melihat kami. Warnanya hitam putih, satunya lagi calico alias tiga warna. Cantik sekali, badan mereka berdua lebih terlihat segar. Kupikir si putih oyen yang sekarang di kakiku ini anak bawang, jadi selalu tak kebagian cukup makanan.
Aku berjalan menjauh, tapi karena dia terus ngekor dan menangis, aku jadi iba sendiri.
"Bukannya kau memang mau pelihara kucing?", Aku membatin.
Lalu kuputuskan membawanya, kutinggalkan dua ekor lainnya karena sudah pasti aku takkan sanggup melayani tiga majikan sekaligus.
Pertama kali sampai ke rumah, badannya masih agak lemas. Namun dengan terpaksa kumandikan (pakai air anget tentu), karena kondisinya agak memprihatinkan 🥺
Kurus sekali sampai rusuknya jelas nyeplak ke kulit.
Siraman pertama aman, begitu kusiram untuk kedua dan ketiga kali. Jedeeessss, betapa kagetnya aku melihat puluhan titik hitam lari-lari diantara bulunya. Yes! Mereka adalah kutu yang bertebaran, auhh..
Kumandikan cepat-cepat, meski pakai air hangat badannya tetap kelihatan tremor kedinginan. Segera kuselimuti pakai baju bekasku yang sudah tidak muat, hehe..
Pas bulunya setengah kering dan gemetarnya sudah berkurang, aku dan babu 02 sibuk menghempaskan kutu-kutu. Sumpah ya, kakinya lincah sekali. Aku sampai gemas. Kukunya juga kupotong sedikit agar tak terlalu tajam dan bisa melukai. Lalu kukandangi di kolong rumah pakai keranjang biru besar, kulapisi kardus dan kain biar hangat. Kubiarkan dia sendirian dengan niat mengenal tempat barunya.
Semalaman dia menangis, kupikir kasihan. Tapi aku harus mengajarnya pup pip di kotak yang kusediakan. Maaf ya nak, babu belum bisa beliin pasir, jadi pakai tanah kering aja ya..
Dasar anak pintar, dari hari pertama pun dia sudah pandai pup pip di tanah. Kalaupun sedang main di dalam rumah, ia akan lari ke bawah anak tangga untuk buang eek nya ahahhaa..
Kira-kira satu minggu, baru aku berani mengajaknya tidur di kamar. Benar saja, dia disiplin pup pip di jerigen bekas minyak 5 liter yang dimodif kakek jadi kotak tai 🤣
Majikan inilah yang seterusnya kuberi nama kyubi, anak kesayangan yang dapat sponsor ikan dari mama. Ditangkapin serangga sama bapak buat mainan, adeku yang tukang bersihin box ee nya. Juga tak keberatan ditumpangi kamarnya. Hahaha
Karenanya, aku jadi ada kegiatan, mandiin, kasi makan, paksain minum, kompresin matanya yang bengkak pulang main, kena cakar, gigit, bersihin beleknya, nyerok tai, lap paw abis main, kasur jadi hak milik beliau, disuruh bukain pintu... ahh aku benar-benar jadi Babu-able.
Sekarang kamarku dan kamar adeku jadi tempatnya tidur.
Kalau lagi manis, mukanya lucu dan polos sekali. Hihi. Digelitikin, dipencet kayak squishy, dipaksa joget, si doi pasrah bikin ngakak gak berenti. Ahahhaa. Oiya, aku suka gemas sama suaranya, apalagi kalau ngigo pas tidur, mirip anak kecillll
Tapi kalau lagi mode dakjal, oalahhh..
Orang shalat disergap macam anak kambing. Dimanjatin pas mau berdiri, pas mau sujud sengaja banget gegoleran ditengah sajadah. Ahh banyak lah pokoknyaa..
Belum kalau garuk kursi sama gorden, jatohin bunga emak, nyuri ikan, cuma bisa tarik napas, ditoyor, digetok, diomelin, nah terus dikandangin. Nangis tuh gaberenti, rasain.. nakal sih :((
Bukan apa-apa, suka ngerasa takut kalau yang ngegap dia emak, gawat pasti. Bisa-bisa dibuang. Emakku gasuka binatang sebenarnya, jadi image si kyu kubaik-baikin terus.. padahal aslinya ALLAHU AKBAR...
Oiya ada kabar sedih, huhu.
Beberapa hari lalu Bucci, sahabat kyu yang main dan kadang makan bareng meninggalðŸ˜
Ditemuin bapak dibawah tangga kejepit masaðŸ˜
Bucci kenapa tidak teriak minta tolong naakkkðŸ˜ðŸ˜
Sekarang Kyu kesepian kamu pulang😠bahkan awal-awal sebelum kamu ditemuin, kyu jadi suka melamun terus banyak tidur..
Padahal kita tau kan, kyu anaknya gabisa diem?? Ternyata dia sedih ya, sahabatnya gaada ðŸ˜ðŸ˜
Tenang disana ya nakkk, kyu disini selalu kangen kamu Bucci...
Terimakasih ya, diakhir hidup kamu habiskan waktu main dan makan bareng kyu🥺 sekarang kyu sudah jadi anak baik, kalau dipanggil dia nyahut dan kalau main pulang sendiri🥺
"Bucci tunggu kyu, mocci, gugu, mama memew dan babuku disana yaa..
Kita semua sayang Bucci 🥰🥰"
Salam, kyubi, sahabatmu
Komentar
Posting Komentar