Baka
Sudah 2019. Sebentar lagi umurnya 15 tahun.
Astaga, aku bukannya lupa. Hanya saja, kadang-kadang waktu terasa terlalu cepat.
Masih kuingat, kala dia dengan pongahnya menghancurkan hiasan di meja ruang tamu.
Atau merengek karena kuganggui (satu ini masih berlaku)
Kuingat selembar foto yang diambil saat seorang keluarga menikah.
Aku berlutut, lalu kurangkul dia yang terlihat sangat kerdil.
Bahkan di posisiku yang sudah berlutut, dia masih terlihat sangat pendek.
Ada sedikit rasa bersalah, semenjak jadi mahasiswa, aku kadang-kadang "lupa pulang" dalam waktu berbulan-bulan.
Aku lalu menyesal.
Kehilangan waktu yang segitu banyak dengan keluarga.
Aku dengan teganya melupakan bahwa ada yang rindu di ujung telpon sana.
Sampai aku jatuh dalam rasa sesal, setelah liburanku yang Ia tunggu untuk waktunya "Pulang".
Komentar
Posting Komentar